Lulusan SMA/SMU, SMK, sederajat melanjutkan ke S1 Arsitektur lanskap
Beban Studi = 144 - 152 sks
Masa Studi = 8 semester
Lulusan D3, Politeknik, sederajat melanjutkan ke S1 Arsitektur lanskap
Beban Studi = 40 - 46 sks (bila tidak sebidang ilmu ditambah 2 - 21 sks, tergantung program studinya)
Masa Studi = 3 semester
Lulusan D2, S1, D1, pindahan melanjutkan ke S1 Arsitektur lanskap
Beban Studi = dihitung dari sisa sks
Masa Studi = Dihitung sisa sks
Kurikulum / Mata Kuliah
:
Lihat di bawah ini
Prospektus
:
Lihat di bawah ini
(Tujuan, Kompetensi, Prospek Kerja / Karir Lulusan)
Gelar/sebutan tersebut di atas adalah gelar yang sering digunakan (belum tentu digunakan PTS terkait).
Mengenai gelar (untuk S1, S2, S3) atau sebutan (untuk diploma) yang digunakan oleh perguruan tinggi di Indonesia saat ini sudah tidak baku (tidak standard) lagi, walaupun pemerintah telah membuat peraturannya, namun sebagian besar perguruan tinggi hanya mematuhi sebagian dari peraturan tersebut. Hal ini tidak dapat disalahkan, karena perkembangan rumpun ilmu yang sangat pesat dan memunculkan cabang-cabang ilmu baru yang merupakan integrasi dari beberapa rumpun ilmu, sehingga menyulitkan perguruan tinggi untuk mengelompokkan cabang tersebut terhadap rumpun ilmu yang dibuat pemerintah.
Demikian pula dengan cara membuat singkatan gelar/sebutan tersebut, masyarakat cenderung membuat singkatan sendiri yang justru lebih populer dibandingkan aturan EYD Bahasa Indonesia.
Di bawah ini diberikan kurikulum/mata kuliah dan prospektus (kompetensi alumnus, prospek kerja/karir lulusan, dsb). Untuk mata kuliah program studi Arsitektur Lanskap (S-1) yang disampaikan disini adalah irisan (dan sebagian gabungan) dari kurikulum beberapa perguruan tinggi, sehingga dimungkinkan beberapa mata kuliah pilihan tidak ada di perguruan terkait, atau nama mata kuliahnya sedikit berbeda.
Prospektus S1 Arsitektur Lanskap
Arsitektur lanskap merupakan cabang ilmu arsitektur yang memadukan antara seni dan arsitektur dalam bidang tata ruang luar. Cakupan arsitektur lanskap berskala mikro, meso, dan makro. Yang berarti, cakupan ilmu ini bukan hanya sebatas taman tetapi juga kawasan, kota dan wilayah.
Tujuan Pendidikan S1 Arsitektur Lanskap
Tujuan dari pendidikan Program Studi S1 Arsitektur Lanskap adalah sebagai berikut: 1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berbasis sains, seni dan teknologi pada lingkungan binaan khususnya lanskap wisata, dengan atmosfir akademik yang kondusif dan bermutu tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat. 2. Mendorong nilai-nilai sejarah, kearifan alam dan budaya lokal yang dapat meningkatkan kualitas dan kearifan hidup masyarakat Indonesia, dalam menjaga dan mengembangkan lingkungannya; dan 3. Mengembangkan profesionalitas dalam bidang arsitektur lanskap pada lingkungan binaan khususnya lanskap wisata, untuk mengenali, mengamati, menemukan pendekatan dan penalaran, juga menyelesaikan permasalahan berdasarkan sains dan teknologi yang berkelanjutan dan selaras dengan alam.
Kompetensi Lulusan S1 Arsitektur Lanskap
1. Memiliki Kemampuan untuk merancang dan merencanakan ruang luar, termasuk taman, taman kota, area rekreasi, dan area terbuka lainnya 2. Kemampuan untuk membuat desain lanskap secara visual dengan menggunakan perangkat lunak desain seperti AutoCAD, SketchUp, atau perangkat lunak sejenisnya. 3. Memahami bahan dan teknik konstruksi yang digunakan dalam pembangunan elemen lanskap seperti jalan setapak, dinding penahan, taman air, dan elemen arsitektur luar ruang lainnya.
Profesi dan Karir LulusanS1 Arsitektur Lanskap
• Arsitek Lanskap • Pelaksana proyek • Manajemen Pengelolaan • Sistem Lanskap Kota • Ekologi Lanskap • Perencanaan dan Pendesainan Lanskap
Tags: mata, kuliah, ekstensi, hybrid, s1, arsitektur, lanskap, program, studi, fakultas, jurusan, kuliah ekstensi, program studi, fakultas jurusan, istn, jakarta institut sains, teknologi, digunakan, oleh, perguruan tinggi indonesia, saat, lulusan, kuliah program studi, berbasis, sains, seni teknologi pada, lingkungan, area, terbuka, lainnya 2 kemampuan, membuat